Senin, 17 September 2012

♥10 Wasiat Untuk Wanita Sholehah♥


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

♥10 Wasiat Untuk Wanita Sholehah♥

Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

Untuk para istri yang berhasrat menjadi penyejuk hati dan mata suaminya.
Semoga ALLAH memeliharamu dalam naungan kasih sayang dan rahmat-Nya.

berikut kami paparkan wasiat untuk wanita sholehah :

(1)...Takwa kepada ALLAH dan menjauhi maksiat. Bila engkau ingin kesengsaraan bersarang di rumahmu dan bertunas, maka bermaksiatlah kepada ALLAH. Sesungguhnya kemaksiatan menghancurkan negeri dan menggoncang kerajaan. Oleh karena itu jangan engkau goncangkan rumahmu dengan berbuat maksiat kepada ALLAH. Wahai hamba ALLAH..! Jagalah ALLAH maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya. Karena itulah,salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya,ia berkata: Aku mohon ampun kepada ALLAH! itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat, khususnya:

Meninggalkan shalat atau mengakhirkannya atau menunaikannya dengan cara yang tidak benar.

Duduk di majelis ghibah dan namimah,berbuat riya(lawan dari ikhlas) dan sum’ah(beramal agar didengar orang)

Menjelekkan dan mengejek orang lain. ALLAH berfirman : ”Wahai orang-orang yang briman janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang menolok-olokkan) dan janganlah wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita yang mengolok-olokkan(QS.Al Hujurat: 11).

Keluar menuju pasar tanpa kepentingan yang sangat mendesak dan tanpa didampingi mahram.Rasulullah bersabda:''Negeri yang paling dicintai ALLAH adalah masjid-masjidnya dan negeri yang paling dibenci ALLAH adalah pasar-pasarnya''(HR.Muslim).

Mendidik anak dengan pendidikan barat atau menyerahkan pendidikan anak kepada para pambantu dan pendidik-pendidik yang kafir.

Meniru wanita-wanita kafir. Rasulullah bersabda:''Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud serta dishahihkan Al-Albany).Membiarkan suami dalam kemaksiatannya

Berupaya mengenal dan memahami suami. Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa–apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Alloh karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq (ALLAH AZZA WA JALLA).

(2)...Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik.Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar.Rasulullah bersabda:''Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya''(HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi,dishahihkan oleh Al-Albany).Hak suami yang pertama adalah ditaati dalam perkara yang bukan maksiat kepada ALLAH dan baik dalam bergaul dengannya serta tidak mendurhakainya. Rasulullah bersabda:''Dua golongan yang shalatnya tidak akan melewati kepalanya, yaitu budak yang lari dari tuannya hingga ia kembali dan istri yang durhaka kepada suaminya hingga ia kembali''(HR. Thabrani dan Hakim,dishahihkan oleh Al-Albany).

(3)...Ketahuilah, engkau termasuk penduduk surga dengan izin ALLAH,jika engkau bertakwa kepada Alloh dan taat kepada suamimu. Dengan ketaatanmu pada suami dan baiknya pergaulanmu terhadapnya,engkau akan menjdai sebaik-baik wanita (dengan izin ALLAH).

(4)...Bersikap qanaah (merasa cukup). Kami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak. Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu. Renungkanlah wahai saudariku muslimah, adabnya wanita salaf radhiAllohu anhunna. Salah seorang dari mereka bila suaminya hendak keluar rumah ia mewasiatkan satu wasiat kepadanya. Apakah itu?? Ia berkata pada suaminya: “Hati-hatilah engkau wahai suamiku dari penghasilan yang haram, karena kami bisa bersabar dari rasa lapar namun kami tidak bisa bersabar dari api neraka”

(5)...Baik dalam mengatur urusan rumah tangga, seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya.Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada tempatnya (dengan baik),maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

(6)...Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya, khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya. Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut,menunjukkan rasa hormat,bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada ALLAH semampumu.

(7)...Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya. Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah wahai saudariku kedudukan Ummul Mukminin,Khadijah radhiAllohu’anha, dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia.. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis oleh panjangnya masa. Bahkan terus mengenangnya dan bertutur tentang andilnya dalam ujian,kesulitan dan musibah yang dihadapi.Seorangpun tidak akan lupa perkataannya yang masyur sehingga menjadikan Rasulullah merasakan ketenangan setelah terguncang dan merasa bahagia setelah bersedih hati ketika turun wahyu pada kali pertama: Demi ALLAH,ALLAH tidak akan menghinakanmu selamanya.Karena sungguh engkau menyambung silaturahmi,menanggung orang lemah,menutup kebutuhan orang yang tidak punya dan engkau menolong setiap upaya menegakkan kebenaran''(HR.Mutafaq alaihi,Bukhari dan Muslim).

(8)...Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya. Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

(9)...Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya). Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi. Saudariku, simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

(10)...Kecerdasan dan kecerdikan serta berhati-hati dari kesalahan. Termasuk kesalahan adalah: Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya: Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya (HR. Bukhari dalam An-Nikah)

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua.Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(Sebelum Engkau Halal BagiKu)

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Tidak ada komentar:

Posting Komentar