Kamis, 26 Juli 2012

Akhlaq & Aqidah Istri Idaman


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum..Aamiin ya Rabbal'alamin.

Akhlaq & Aqidah Istri Idaman

Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar’i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.

Sebagaimana riwayat dibawah ini:

Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: “Tidaklah seorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: “Bagaimana kalau hanya dua?” Beliau menjawab: “Juga dua.” (HR. Al-Bukhari No 1010)

Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya:

Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.

Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.
Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya.

Akhlak Isteri Idaman.

Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu:

Ceria, pemalu,sabar,lembut tutur katanya dan selalu jujur.

Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).

Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya.” (HR. Muslim 4/157)

Isteri idaman di rumah suaminya

Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendorong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah Subhanhu wa Ta’ala, yang artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah.” (Al Ahqaf 15)

Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.

Membantunya dalam ketaatan.
Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.
Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.
Bagus didalam mendidik anak.

Penampilan:

Di dalam rumah,seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.

Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut:

Harus minta izin suami,Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya,Tidak memakai wangi-wangian,Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar’i atau keperluan yang sangat mendesak.

Wallahu a'lam bishowaab

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Sabtu, 21 Juli 2012

Indahnya Romadhon


Indahnya Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyyah. Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam semakin intens melakukan serangkaian aktivitas keagamaan.

Berpuasa, shalat Tarawih, menggelar peringatan turunnya AI-Qur’an, mencari malam Lailatul Qadar, memperbanyak membaca AI-Qur’an, dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fithrah dan merayakan hari kemenangan, `Idul Fithri.

Kewajiban berpuasa ini dijalankan kaum muslimin setiap hari dari adzan subuh hingga datangnya maghrib, sampai ‘Idul Fithri tiba.

Pada malam 1 Syawwal dikumandangkan takbir secara serentak, tanda kemenangan kaum muslimin melawan hawa nafsu selama satu bulan penuh. Lalu keesokan harinya, umat Islam melaksanakan shalat sunnah ‘Idul Fithri.

Keutamaan Tarawih

Shalat Tarawih adalah shalat yang dikerjakan di malam hari setelah shalat Isya di bulan Ramadhan yang dapat dikerjakan secara sendiri-sendiri ataupun berjama’ah. Waktu pelaksanaannya adalah setelah pelaksanaan shalat Isya sampai sebelum terbit fajar subuh.
Shalat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah, sunnah yang diutamakan.

Tidak hanya melakukan shalat Tarawih, pada malam-malam selama bulan Ramadhan sangat dianjurkan untuk melakukan shalat-shalat sunnah lainnya, juga melakukan segala kebaikan. Walaupun di bulan-bulan lainnya juga kita dianjurkan melakukan amal shalih, berbeda dengan bulan Ramadhan, karena selama bulan Ramadhan ini segala pahala kebaikan dilipatgandakan.

Keistimewaan tailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang hanya ada di bulan Ramadhan. Malam itu, dikatakan dalam Al Quran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan.
Saat pasti kapan malam itu tidak diketahui, namun, menurut beberapa riwayat, malam itu jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil, yakni malam ke21, 23, 25, 27, atau ke 29.

Sebagian muslim berusaha tidak melewatkan malam itu dengan menjaga diri tetap terjaga pada malammalam terakhir Ramadhan sembari beribadah sepanjang malam.
Gambaran tentang keistimewaan malam itu dapat dijumpai pada surah Al-Qadr, surah ke 97, dalam Al-Qur’an, yang antara lain menerangkan bahwa pada malam itu diturunkan AI-Qur’an dan para malaikat dan Jibril turun ke dunia untuk mengatur segala urusan.

Allah Ta’ala berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. AI-Baqarah: 185).

Ibnu Katsir Rahimahullah tatkala menafsirkan ayat itu mengatakan, “(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa (yaitu bulan Ramadhan) dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya AI-Qur’an dari bulan-buIan lainnya. Sebagaimana pula pada buIan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab Ilahiyah lainnya kepada para nabi ‘alaihimus salam.”

Lalu bagaimana kita menyikapi pencarian malam Lailatul Qadar tersebut? Apakah harus menyepi ke dalam gua, atau berkhalwat di puncak-puncak gunung?

Kita lihat bagaimana Rasulullah memberikan teladan ketika mengisi bulan suci Ramadhan, yang termaktub dalam hadist berikut, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW tatkala masuk malam kesepuluh (dari bulan Ramadhan) beliau bangun di waktu malam dan membangunkan istri beliau serta mengencangkan kainnya.” (HR Al-Bukhari, Muslim). Maksud “mengencangkan kainnya” adalah memperbanyak ibadah.

Bangunlah di kala keheningan malam, bermunajat ke hadirat Ilahi seraya meratapi dosa-dosa yang telah lalu,sambil berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan ber-i’tikaf di masjid. Insya Allah, dengan segala kerendahan hati kita meminta dan bermunajat kepada Allah, apa yang kita mohonkan dikabulkan.

Tetapi terkadang tidak sedikit di antara kita yang awam terlalu disibukkan dengan mencari-cari rahasia apa yang terkandung pada malam Lailatul Qadar, seperti sibuk mencari dan menyelicliki keberadaannya, sibuk mengamati tanda-tandanya, sehingga meninggalkan ibadah. Betapa banyak orang yang lupa membaca AI-Qur’an, dzikir, dan mencari ilmu, karena terlalu sibuk mengamati tanda-tanda Lailatul Oadar.

Menjelang matahari terbit, misalnya, terkadang kita dapati ada orang yang terlalu sibuk memperhatikan dan mengamati matahari, untuk mencari tahu apakah sinar matahari pagi itu terik ataukah tidak. Salah satu tanda Lailatul Qadar, sinar matahari tidak terik tapi tidak juga redup.

Mestinya mereka ini memperhatikan pesan Rasulullah SAW, “Semoga (dengan dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar itu) menjadi lebih baik bagi kalian.” (HR Al-Bukhari).
Menurut para ulama, hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar, agar manusia bersungguh-sungguh dan memperbanyak amal pada seluruh malam pada bulan Ramadhan, dengan harapan ada yang bertepatan dengan Lailatul Qadar.

Dengan tidak ditentukan kapan waktu dan tanggalnya, kita akan dituntut untuk selalu beribadah karena Allah, dan bukan hanya menjaganya di satu tanggal tertentu yang sudah kita tahu kapan malam Lailatul Qadar itu. Berbeda bila telah ditentukan kapan tanggal jatuhnya malam Lailatul Qadar, kesungguhan dalam beramal hanya akan ada pada satu malam itu. Akibatnya, kesempatan beribadah pada malam-malam lainnya akan dilewatkan begitu saja, atau setidaknya amal ibadahnya menurun.

Bahkan sebagian ulama mengambil satu faidah dari sabda Nabi SAW di atas, yaitu sebaiknya orang yang mengetahui Lailatul Qadar itu menyembunyikannya, karena Allah SWT telah menakdirkan pada nabi-Nya SAW untuk tidak memberitakannya. Dan semua kebaikan tentu ada pada sesuatu yang telah ditaqdirkan bagi Nabi SAW, sehingga kita disunnahkan untuk mengikutinya.

Dibukanya Pintu Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”
Berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang cenderung menjauhi maksiat ketika itu.

Walaupun banyak manusia yang melakukan maksiat dalam kesehariannya, terlihat perubahan dan perbedaan yang jelas bila di bulan Ramadhan. Mereka lebih banyak melakukan amal shalih, meninggalkan maksiat. Kita berdoa, semoga saudara-saudara kita akan terus melakukan ibadah dan perbuatan amal shalih, menjauhi larangan Allah, walau bukan di bulan Ramadhan. Insya Allah.

Dikabulkannya Doa

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila memanjatkan doa pasti dikabulkan.”

Nabi juga bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak adalah orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizhalimi.”
An-Nawawi Rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa dari awal ia berpuasa hingga akhirnya.”

la juga mengatakan, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdoa demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai, serta jangan lupa pula mendoakan kaum muslimin lainnya.”

Berniat Puasa di Malam Hari

Diwajibkan untuk umat Islam yang akan berpuasa wajib berniat akan menjalankan ibadah puasa pada malam sebelumnya, ketika ia akan berpuasa pada esok harinya. Nabi bersabda, “Barang siapa tidak berniat berpuasa pada malam harinya, tidak sah puasa yang ia lakukan di esok harinya.” (HR Al-Baihaqi dalam Sunannya).

Diriwayatkan pula oleh Imam Malik dalam AI-Muwaththa nya dengan sanad Nafi’ dari Abdullah bin Umar, `Tidak dianggap puasa kecuali yang berniat puasa sebelum terbitnya fajar.” Imam Malik meriwayatkan pula dari Ibnu Syihab Az-Zuhri dari Aisyah dan Hafshah, yang keduanya adalah istri Nabi, yang menegaskan sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Umar.

Maka bemiat puasa di bulan Ramadhan adalah wajib, dan niat itu haruslah dikuatkan di hati pada malam harinya sebelum terbit fajar. Sehingga tidak sah puasa orang yang belum sempat berniat di malam harinya.

Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah menegaskan dalam AI-Majmu’ Syarh AlMuhadzdzab jilid 6 halaman 305, “Dan madzhab kami menyatakan bahwa tidak sah puasa kecuali dengan niat, baik puasa wajib Ramadhan maupun puasa wajib yang lainnya, maupun puasa sunnah. Dan telah berpendapat demikian segenap ulama kecuali Atha’ dan Mujahid dan Zufar.”

AI-Imam Al-Mawardi Rahimahullah dalam Al Hawi Al Kabir jilid 3 halaman 243 menegaskan, “Imam Syafi’i dan segenap ulama ahli fiqih telah berpendapat tentang wajibnya niat puasa Ramadhan.” Kemudian ia menambahkan, “Karena puasa itu adalah ibadah. Ada yang wajib dan ada yang sunnah. Maka semestinyalah niat itu sebagai syarat sahnya amalan tersebut sebagaimana shalat juga disyaratkan dengan niat untuknya.”

AI-Imam Abul Qasim Abdul Karim bin Muhammad bin Abdul Karim Ar-Rafi’i AlQazwaini Asy-Syafi’i dalam Asy-Syarhul Kabirjilid 3 halaman 183 menyebutkan, “Niat itu wajib dalam menjalankan puasa, dan tidak dianggap sah satu amalan kecuali dengan berniat. Dan tempatnya niat itu adalah hati, dan tidaklah disyaratkan dalam berniat itu dengan melafadzkannya untuk berpuasa, dan ini adalah pendapat yang tidak berselisih padanya para ulama.”

Sahur dan berbuka

Sahur adalah makan dan minum yang disunnahkan terhadap orang yang akan menunaikan puasa, dan lebih utama amalan sahur itu adalah diakhirkan sampai menjelang terbitnya fajar.

Batas waktu waktu sahur yaitu terbitnya fajar di ufuk timur dalam bentuk garis putih kemerah-merahan membentang secara horizontal dari utara ke selatan. Inilah yang dinamakan fajar shadiq. Adapun sejenak sebelum itu, ada pula sinar putih kemerah-merahan di ufuk timur, tetapi sinarnya dari bawah membentang secara vertikal ke atas, yang demikian ini dinamakan fajar kadzib, dan tidak dianggap sebagai batas waktu makan sahur, sehingga orang yang berpuasa tetap boleh makan sahur sampai terbitnya fajar shadiq.

Firman Allah, “Dan makanlah kalian dan minumlah hingga tampak bagi kalian benang putih dari benang hitam dari sinar fajar.” (QS AI-Baqarah: 187).

Dalam kaitannya dengan ayat ini,Al Imam AI-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya pada hadits ke-1 .916 sebuah pengalaman yang diceritakan oleh Adi bin Hatim RA sebagai berikut, “Ketika turun ayat yang mengatakan’Dan makanminumlah sehingga menjadi jelas bagi kalian benang berwarna dari benang berwarna hitam’, aku menyiapkan tali berwarna hitam dan tali berwarna putih dan aku letakkan keduanya di bawah bantalku. Dan setiap saat di kegelapan malam aku melihat kepada keduanya untuk melihat batas waktu sahur.

Sehingga, ketika di pagi hari aku bertemu Rasulullah SAW, aku ceritakan kepada beliau apa yang aku lakukan. Maka beliau pun bersabda, menjelaskan kepadaku, `Yang dimaksud di ayat itu sesungguhnya hanyalah hitamnya malam dan putihnya siang’.”

Demikianlah keterangan dari ayat Al-Qur’an yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. Fajar itu mulai terbitnya di ufuk timur adalah dalam bentuk garis tipis seperti benang berwarna putih yang tampak jelas di tengah-tengah warna hitam kelamnya malam. Dan garis itu bertambah tebal terus-menerus. Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan lebih lanjut, “Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar jenis pertama bila terbit, maka tidak diharamkan padanya makan dan minum dan tidak dihalalkan shalat Subuh. Dan adapun fajar jenis kedua bila ia terbit, diharamkan makan dan minum dan dihalalkan shalat Subuh.” (HR Al-Baihaqi dalam As Sunanul Kubra jilid 4 halaman 216 dari Ibnu Abbas RA). Fajar jenis pertama dinamakan fajar kadzib dan fajar jenis kedua dinamakan fajar shadiq.

AI-Imam At-Tirmidzi telah meriwayatkan dalam Sunannya sebuah penjelasan dari Nabi Muhammad SAW tentang fajar kadzib dan fajar shadiq dalam kaitannya dengan bersahur. Dari Thalq bin Ali RA, ia meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Makan dan minumlah kalian (dalam sahur kalian). Dan janganlah menghalangi kalian untuk makan dan minum sahur dengan terbitnya sinar di ufuk timur yang membentang ke atas (yakni fajar kadzib), dan teruslah kalian makan dan minum sehingga terbit di hadapan kalian di ufuk timur sinar yang membentang horizontal berwarna merah (yakni fajar shadiq).”

Al-Imam At-Tirmidzi menyatakan, “Hadits ini juga diriwayatkan oleh Adi bin Hatim, Abu Dzar, dan Samurah bin Jundub.” Kemudian AI-Imam At-Tirmidzi menambahkan, “Hadits Thalq bin Ali adalah hadits yang hasan gharib dari sanad ini. Dan pengamalan hadits ini menurut para ulama adalah bahwa tidak haram bagi orang yang akan puasa untuk makan minum di waktu sahur sehingga terbitnya fajar yang berwarna merah membentang secara horizontal di ufuk timur.”

Adapun hikmah disunnahkannya sahur dan dianjurkannya adalah untuk menyelisihi Ahlul Kitab, yakni Yahudi dan Nashara, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim bin Hajjaj AI-Qusyairi An-Nisaburi dalam Shahihnya dari ‘Amr bin Al-’Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur.”
Hikmah makan sahur juga karena adanya barakah yang Allah berikan padanya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam AI-Bukhari dalam Shahihnya dari Anas bin Malik RA bahwa Rasulullah bersabda, “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada barakah.”

Sunnah Ramadhan

Puasa wajib bulan Ramadhan yang dijalani umat muslim di seluruh dunia itu bisa menjadi benteng pertahanan diri. Karena tujuan dari puasa itu tak lain adalah demi meningkatkan ketaqwaan dan keimanan. Di samping itu, di bulan Ramadhan Allah juga berjanji akan memberikan pahala yang besar kepada siapa saja yang berbuat kebajikan dan kebaikan.

Wajar jika Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah “tabungan” pahala di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dan Al-Baihaqi dijelaskan bahwa amalan-amalan sunnah pada bulan suci Ramadhan bernilai amalan wajib, sedang amalan wajib senilai 70 amalan wajib di luar bulan Ramadhan.

Maka, bulan Ramadhan adalah peluang terbaik untuk berbuat kebaikan. Sekecil apa pun kebaikan yang ditebarkan, itu bernilai ibadah.
Ada beberapa amalan yang disunnahkan pada bulan penuh maghfirah ini, selain amalan-amalan sunnah yang telah disebut di atas. Di antaranya:

1. Mengkhatamkan Al Quran. Dengan mengingat Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an, umat muslim disunnahkan untuk mengkhatamkan AI-Qur’an. Dalam sebuah hadist diceritakan, Jibril mendatangi Rasulullah SAW pada tiap malam bulan Ramadhan dan mengajarkannya Al-Qur’an (HR Al-Bukhari dan Muslim).

2. Memberi makanan berbuka kepada mereka yang berpuasa. Sepanjang bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir kurma.

3. Memperbanyak sedekah. Termasuk amalan sunnah yang dianjurkan sepanjang bulan Ramadhan adalah memperbanyak sedekah. Karena, “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR AlTirmidzi).

4. I’tikaf. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf disunnahkan bagi lakilaki dan perempuan. Rasulullah SAW selalu beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir. Aisyah RA berkata, “Bila telah memasuki sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, Nabi menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (istrinya), dan meninggalkan istrinya (tidak berhubungan suami-istri).” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

5. Umrah. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan ibadah umrah, lantaran umrah di bulan Ramadhan itu memiliki pahala seperti pahala haji, bahkan pahala haji bersama Rasulullah SAW.

6. Memperbanyak membaca doa. Doa seseorang ketika berbuka termasuk salah satu doa yang mustajab. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bagi orang yang berpuasa ketika sedang berbuka, ada doa yang tidak akan ditolak.” (HR Al-Tirmidzi).

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua.Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Jumat, 20 Juli 2012

Kelebihan Fadhilah Sholat Sunat Tarawih




Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.
Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:

1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
2. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as
9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu,dan engkau hamba-Ku.”

Akhirnya,semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertakwa.

Sumber Hadist dari Kitab Duratun Nasihin,Bab Keistimewaan Bulan Ramadhan.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua.Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh

Jumat, 13 Juli 2012

"WANITA YANG MEMIKAT HATI KAUM ADAM"


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

Yaa Rabbi..Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamiin...

"WANITA YANG MEMIKAT HATI KAUM ADAM"

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang memakai pakaian mahal,Akan tetapi ia yang selalu menutupi serta membaluti auratnya di setiap waktu.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang memiliki bibir sensual nan indah,Akan tetapi ia yang tak lupa membasahi bibirnya untuk berdzikir kepada Allah Azza Wa Jalla di setiap kesempatan.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang suka berdandan setiap harinya,Akan tetapi ia yang senantiasa membasahi wajahnya dengan tetesan air wudhu'.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang pandai merangkai kata-kata indah.Akan tetapi ia yang bisa menjaga kesantunan dalam setiap bertutur kata.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang memiliki tubuh yang indah dan menarik,Akan tetapi ia yang senantiasa menghijab aurat tubuhnya dengan pakaian akhlak yang santun serta mulia.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,bukanlah ia yang tampak cantik di depan mata saat dipandang,Akan tetapi ia terletak pada hati yang paling dalam.Karena kesucian hatinya senantiasa memancarkan aura yang bercahaya.

Wanita yang memikat hati kaum Adam itu, terlahir dari hati yang bersih nan suci.Yang tak lupa memuji Asma Allah Azza Wa Jalla yang tergambar dalam setiap untaian kata dari lisannya.

Dan Wanita yang memikat hati kaum Adam itu,senantiasa menjaga kefitrahan serta kehormatan diri dengan sebaik-baiknya.

Tak terbatas bersama siapapun ia bergaul dan dimanapun ia bergaul,Ia selalu pandai membawa diri.Dan pandai menempatkan diri.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Kamis, 12 Juli 2012

Arti Pria Sejati - Satu Tanda Tingkat


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

Yaa Rabbi..Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamiin...

Pria Sejati bukan dilihat dari hasil yang ia capai saja,tetapi dari besarnya pengorbanan untuk mencapai tujuan..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari kecerdasan isi otaknya saja,tetapi dari kesanggupan berbagi ilmu yang ia punya..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar saja,tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang saja,tetapi dari Kelembutannya mengatakan suatu kebenaran..

Pria Sejati bukan dilihat dari besarnya musuh yang dilawannya,tetapi dari ia menjadikan setan dan para pengikutnya sebagai musuh yang nyata..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya saja,tetapi dari sikap bersahabatnya pada setiap makhluk Tuhan..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati oleh kawannya saja,tetapi bagaimana dia juga dihormati oleh lawannya..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan saja,tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang saja,tetapi dari hati yang ada dibalik itu..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya Wanita yang memujanya,tetapi komitmennya terhadap Wanita yang dicintai..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari jumlah tantangan yang dibebankan saja,tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan..

Pria Sejati bukanlah dilihat dari indahnya membaca Al-Qur'an saja,tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca..

Pria Sejati bukan pintarnya melafazkan sebuah janji suci,melainkan bukti yang pasti..

Pria Sejati adalah yang benar-benar Pria!

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Minggu, 08 Juli 2012

Awas hati-hati,Macam-Macam Zina...?


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

Yaa Rabbi...Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

Awas hati-hati,Macam-Macam Zina...?

Ibnu Abbas r.a..menyatakan,“Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda: ‘Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat [dengan syahwat], zinanya lisan adalah mengucapkan [dengan syahwat], zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat] …’.” (HR Bukhari & Muslim)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa “zina mata”, “zina lisan”, dan “zina hati” itu tergolong “mendekati zina”. Namun, disamping tiga macam “zina kecil” ini, masih ada banyak jenis aktivitas “mendekati zina” lainnya, seperti ‘zina tangan’, ‘zina kaki’, ‘zina bibir’, dan ‘zina-zina bagian tubuh lainnya’, kecuali alat kelamin. (Kalau bersetubuh menggunakan alat kelamin, maka ini bukan lagi “mendekati zina”, melainkan sudah benar-benar berzina.)

Memang, sebagaimana penjelasan Ibnu Abbas dalam hadits tersebut, dosa “mendekati zina” itu tergolong “dosa kecil”. Sungguhpun demikian, perbuatan dosa yang “kecil” ini cenderung diremehkan oleh pelakunya. Inilah yang dalam hadits di atas disebut sebagai “bagiannya dari zina yang pasti dia (manusia) lakukan”.

Padahal, bila diremehkan, yang kecil itu bisa membesar. Ingatlah bahwa perbuatan zina selalu diawali dengan “mendekati zina” terlebih dahulu! Dengan kata lain, dosa besar ini selalu diawali dengan dosa-dosa kecil. Dengan demikian, kalau dosa-dosa kecil itu diremehkan,maka dosa BESAR sudah menanti.

Lagipula, meski dosanya kecil,ancaman siksaannya kelak di alam kubur dan neraka tidaklah ringan.Semua siksaan ini berat.

Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya penghuni neraka yang siksaannya yang paling ringan itu ialah yang memakai dua sandal dengan kedua talinya (tali di atas sandal) yang terbuat dari api,maka mendidihlah otaknya sebagaimana mendidihnya kuwali (panci dari tanak).Orang ini mengira bahwa tidak ada orang yang mendapatkan azab lebih berat daripada dirinya,padahal ia mendapatkan azab yang paling ringan.”(HR Bukhari & Muslim dari Nu’man bin Basyir r.a.)

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Jumat, 06 Juli 2012

Sifat Wudhu’ Nabi Muhammad Shallallahu‘Alaihi Wasallam


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

Definisi Wudhu’

Secara bahasa wudhu diambil dari kata الْوَضَائَةُ yang maknanya adalah النَّظَافَةُ (kebersihan) dan الْحُسْنُ (baik) [Syarhul Mumti’ : 1/148].

Sedangkan secara syar’i (terminologi) adalah menggunakan air yang tohur (suci dan mensucikan) pada anggota tubuh yang empat (yaitu wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki) dengan cara yang khusus menurut syari’at [Al-Fiqh al-Islami : 1/208].

Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan, kedua mata-kaki” [Q.S. Al-Maaidah:6].

Hadits dari Humron Maula Utsman Ibnu Affan radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya dia melihat Utsman Ibnu Affan radhiyallahu ‘anhu, meminta bejana yang berisi air lalu menumpahkan diatas kedua tangannya tiga kali dan mencucinya, kemudian memasukkan tangan kanannya, lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq (memasukkan air kedalam lubang hidung dengan menghirupnya-pent) dan beristintsar (menghembuskan air yang ada dalam lubang hidung-pent) tiga kali dengan tiga kali cidukan tangan, lalu mencuci wajahnya tiga kali, lalu mencuci kedua tangannya tersebut tiga kali hingga kedua sikunya. Kemudian mengusap kepalanya [Dalam riwayat yang lain: "dengan kedua tangannya (yaitu) membawa kedua tangannya ke depan dan kebelakang satu kali". Dalam riwayat yang lain: "Beliau radhiyallahu 'anhu memulai dengan (mengusap) bagian depan kepalanya hingga kebagian tengkuk lalu mengembalikan kedua tangannya tersebut hingga kembali ke tempat dimana beliau mulai (mengusap)". Kemudian mencuci kedua kakinya sampai kedua mata kaki. Kemudian Utsman berkata, bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia sholat dua raka'at dan tidak terjadi hadats pada nya maka diampuni dosanya yang telah berlalu". [HR. Bukhari No. 158 dan Muslim no. 226]

Berdasarkan hadits diatas dan selainnya, dapat kita simpulkan sifat dan cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut:

1. Berniat (merupakan syarat sahnya wudhu)

Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati”. [Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243]

Dari ’Umar bin Khottob radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya…”” [HR. Bukhari dan Muslim].

2. Tasmiyah (membaca bismillah)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Tidak sah sholat seseorang yang tidak memiliki wudhu, dan tidak sah wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah (yakni bismillah)” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, lihat Al-Irwa no. 81].

Berkata Al-Hafidz Al-Mundziry rahimahullah didalam ((At-Targhib)): ” … telah berpendapat Imam Al-Hasan rahimahullah, Ishak bin Raahawaih rahimahullah dan Ahlul Dzahir pada wajibnya membaca basmalah dalam berwudhu, hingga apabila seseorang sengaja meninggalkannya maka wajib dia mengulanginya. Dan ini salah satu riwayat Imam Ahmad rahimahullah…”.

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: ”…Tidak ada dalil yang mengharuskan keluar dari dhohir hadits ini (yaitu wajibnya mengucapkan bismillah-pent) ke pendapat bahwa perintah pada hadits ini hanyalah untuk mustahab. Telah tsabit (akan) wajibnya, dan ini adalah pendapat Ad-Dzohiriyah, Ishaq, satu dari dua riwayat imam Ahmad, dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Sidiq Hasan Khon, Syaukani, dan inilah (pendapat) yang benar Insya Allah” [Tamamul Minnah hal 89].

3. Mencuci kedua telapak tangan pada awal wudhu (merupakan sunnah wudhu)

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga membolehkan mengambil air dari bejana dengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. [HR. Bukhari dan Muslim]

4. Berkumur-kumur, beristinsyaq dan beristintsar masing-masing satu kali adalah merupakan kewajiban wudhu.

Istinsyaq adalah mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung. Adapun beristintsar adalah mengeluarkan air dari hidung (menyemburkannya) setelah Istinsyaq. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. [HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata:{ "Pendapat yang benar adalah wajibnya berkumur-kumur dan Istinsyaq karena Allah memerintahkan dalam Kitab-Nya untuk mencuci wajah, sementara tempat berkumur dan Istinsyaq adalah bagian dari wajah dan telah tetap rutinitas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diatas hal tersebut dalam setiap wudhu. Dan semua yang meriwayatkan cara sifat wudhu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan hal tersebut. Maka faedah yang dipetik bahwa mencuci wajah yang diperintahkan didalam Al-Qur'an adalah termasuk berkumur dan Istinsyaq. Juga telah datang perintah Istinsyaq dan Istintsar dalam hadits-hadits yang shohih, seperti hadits yang dikeluarkan oleh imam Abu daud dan At-tirmidzi dari hadits Laqith bin Shabrah radhiyallahu 'anhu dengan lafadz : "Apabila engkau berwudhu maka berkumur-kumurlah"}.

Demikian pula hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: Apabila salah seorang diantara kalian berwudhu maka hendaklah dia istinsyaq"(H.R.Muslim no 237)

Dan hadits : "barang siapa yang berwudhu maka hendaklah dia beristintsaar" (H.R. Bukhari no 161 dan Muslim no 237).

Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah radhiyallahu 'anhu. [HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i]

5. Membasuh muka seluruhnya merupakan rukun wudhu sambil menyela-nyela jenggot.

Berkata Imam Ibnu katsir rahimahullah dalam tafsirnya: “batasan wajah menurut fuqaha adalah secara memanjang mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai jenggot dan dagu, adapun melebar mulai dari pinggir telinga satu sampai pinggir telinga yang lainnya.

Sedangkan Allah ‘azza wa jalla memerintahkan kita: ”Dan basuhlah muka-muka kamu.” [Q.S. Al-Maidah: 6]

Imam Bukhari rahimahullah dan imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Humran bin Abaan radhiyallahu ‘anhu, bahwa cara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. [HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14]

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. [HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572 dan Al-Misykah no.408].

6. Membasuh kedua tangan sampai siku merupakan rukun wudhu

Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku adalah rukun wudhu berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala: ”Dan basuhlah tangan-tanganmu sampai siku”[Q.S.Al-Maidah: 6]

Dan hal tersebut dikuatkan oleh perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamberwudhu lalu mencuci kedua tangannya hingga melewati sikunya, dan mencuci kedua kakinya hingga melewati sampai kebetis, kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu”. [HR. Muslim no. 246]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat [HR. Muslim I/149]

7. Mengusap kepala, telinga dan sorban

Mengusap kepala secara keseluruhan, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:

”Dan usaplah kepala-kepala kalian…” [Q.S. Al-Maidah: 6]

Yaitu sempurna seluruh kepala. Perintah ayat diatas adalah mengusap, bukan mencuci, adapun mengusap cukup menenggelamkan tangan di air (membasahi tangan) kemudian mengusapkannya diatas kepala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengembalikan lagi ke depan kepalanya. [HR. Bukhari dan Muslim]

Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung mengusap kedua telingannya, dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.” [HR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140]

Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya”. [HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan]

Dalam mengusap kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu: “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya satu kali” [lihat: Shahih Abu Dawud, no. 106].

Kata Rubayyi bin Muawwidz radhiyallahu ‘anhu: “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali”. [HR. Tirmidzi]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya [HR. Bukhari dan selainnya] asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.

Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:

a) Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.

b) Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.

Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah radhiyallahu ‘anha (salah satu isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir rahimahullah. [Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384.

8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki merupakan rukun wudhu.

Allah subhanahu wata'ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” [Q.S. Al-Maidah: 6]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammenggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. [HR. Bukhari dan Muslim]

Imam Nawawi rahimahullah di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim rahimahullah berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”

Dan disyariatkan menyela-nyela jari kedua tangan dan kaki berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila engkau berwudhu maka sela-selahilah jari-jari kedua tanganmu dan kedua kakimu. [lihat Ash Shohihah no.1306]

9. Tertib

Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan wajib tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [HR. Bukhari-Muslim]

10.Menggosok pada anggota yang memiliki rambut/bulu yang banyak dan lebat.

Terkadang rambut yang lebat menghalangi sampainya air kedasar kulit kecuali dengan menggosokkannya.

11.Berdo’a.

Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Tidaklah salah seorang diantara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakannya kemudian berdoa :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya” kecuali akan dibukakan baginya delapan pintu syurga, dia memasukinya sesuai yang dikehendakinya”. [HR. Muslim no.234]

Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.

وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعٰلَمِيْنَ

Maroji’ (kitab rujukan):

    Shohih Fiqhus Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamaal hafizahullah
    Tamaamul Minnah, Syaikh Al Albaniy rahimahullah
    Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, Syaikh Hushain bin ‘Audah hafizahullah
    Asy Syarhul Munthi’, Syaikh Sholeh Al-Utsaimain rahimahullah
    Al Mughni, Imam Ibnu Qudamah rahimahullah

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354