Jumat, 06 Juli 2012

Sifat Wudhu’ Nabi Muhammad Shallallahu‘Alaihi Wasallam


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

Definisi Wudhu’

Secara bahasa wudhu diambil dari kata الْوَضَائَةُ yang maknanya adalah النَّظَافَةُ (kebersihan) dan الْحُسْنُ (baik) [Syarhul Mumti’ : 1/148].

Sedangkan secara syar’i (terminologi) adalah menggunakan air yang tohur (suci dan mensucikan) pada anggota tubuh yang empat (yaitu wajah, kedua tangan, kepala, dan kedua kaki) dengan cara yang khusus menurut syari’at [Al-Fiqh al-Islami : 1/208].

Dalilnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan, kedua mata-kaki” [Q.S. Al-Maaidah:6].

Hadits dari Humron Maula Utsman Ibnu Affan radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya dia melihat Utsman Ibnu Affan radhiyallahu ‘anhu, meminta bejana yang berisi air lalu menumpahkan diatas kedua tangannya tiga kali dan mencucinya, kemudian memasukkan tangan kanannya, lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq (memasukkan air kedalam lubang hidung dengan menghirupnya-pent) dan beristintsar (menghembuskan air yang ada dalam lubang hidung-pent) tiga kali dengan tiga kali cidukan tangan, lalu mencuci wajahnya tiga kali, lalu mencuci kedua tangannya tersebut tiga kali hingga kedua sikunya. Kemudian mengusap kepalanya [Dalam riwayat yang lain: "dengan kedua tangannya (yaitu) membawa kedua tangannya ke depan dan kebelakang satu kali". Dalam riwayat yang lain: "Beliau radhiyallahu 'anhu memulai dengan (mengusap) bagian depan kepalanya hingga kebagian tengkuk lalu mengembalikan kedua tangannya tersebut hingga kembali ke tempat dimana beliau mulai (mengusap)". Kemudian mencuci kedua kakinya sampai kedua mata kaki. Kemudian Utsman berkata, bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian dia sholat dua raka'at dan tidak terjadi hadats pada nya maka diampuni dosanya yang telah berlalu". [HR. Bukhari No. 158 dan Muslim no. 226]

Berdasarkan hadits diatas dan selainnya, dapat kita simpulkan sifat dan cara wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut:

1. Berniat (merupakan syarat sahnya wudhu)

Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati”. [Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243]

Dari ’Umar bin Khottob radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya…”” [HR. Bukhari dan Muslim].

2. Tasmiyah (membaca bismillah)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Tidak sah sholat seseorang yang tidak memiliki wudhu, dan tidak sah wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah (yakni bismillah)” [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, lihat Al-Irwa no. 81].

Berkata Al-Hafidz Al-Mundziry rahimahullah didalam ((At-Targhib)): ” … telah berpendapat Imam Al-Hasan rahimahullah, Ishak bin Raahawaih rahimahullah dan Ahlul Dzahir pada wajibnya membaca basmalah dalam berwudhu, hingga apabila seseorang sengaja meninggalkannya maka wajib dia mengulanginya. Dan ini salah satu riwayat Imam Ahmad rahimahullah…”.

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: ”…Tidak ada dalil yang mengharuskan keluar dari dhohir hadits ini (yaitu wajibnya mengucapkan bismillah-pent) ke pendapat bahwa perintah pada hadits ini hanyalah untuk mustahab. Telah tsabit (akan) wajibnya, dan ini adalah pendapat Ad-Dzohiriyah, Ishaq, satu dari dua riwayat imam Ahmad, dan merupakan pendapat yang dipilih oleh Sidiq Hasan Khon, Syaukani, dan inilah (pendapat) yang benar Insya Allah” [Tamamul Minnah hal 89].

3. Mencuci kedua telapak tangan pada awal wudhu (merupakan sunnah wudhu)

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga membolehkan mengambil air dari bejana dengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. [HR. Bukhari dan Muslim]

4. Berkumur-kumur, beristinsyaq dan beristintsar masing-masing satu kali adalah merupakan kewajiban wudhu.

Istinsyaq adalah mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung. Adapun beristintsar adalah mengeluarkan air dari hidung (menyemburkannya) setelah Istinsyaq. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. [HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata:{ "Pendapat yang benar adalah wajibnya berkumur-kumur dan Istinsyaq karena Allah memerintahkan dalam Kitab-Nya untuk mencuci wajah, sementara tempat berkumur dan Istinsyaq adalah bagian dari wajah dan telah tetap rutinitas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diatas hal tersebut dalam setiap wudhu. Dan semua yang meriwayatkan cara sifat wudhu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan hal tersebut. Maka faedah yang dipetik bahwa mencuci wajah yang diperintahkan didalam Al-Qur'an adalah termasuk berkumur dan Istinsyaq. Juga telah datang perintah Istinsyaq dan Istintsar dalam hadits-hadits yang shohih, seperti hadits yang dikeluarkan oleh imam Abu daud dan At-tirmidzi dari hadits Laqith bin Shabrah radhiyallahu 'anhu dengan lafadz : "Apabila engkau berwudhu maka berkumur-kumurlah"}.

Demikian pula hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: Apabila salah seorang diantara kalian berwudhu maka hendaklah dia istinsyaq"(H.R.Muslim no 237)

Dan hadits : "barang siapa yang berwudhu maka hendaklah dia beristintsaar" (H.R. Bukhari no 161 dan Muslim no 237).

Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah radhiyallahu 'anhu. [HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i]

5. Membasuh muka seluruhnya merupakan rukun wudhu sambil menyela-nyela jenggot.

Berkata Imam Ibnu katsir rahimahullah dalam tafsirnya: “batasan wajah menurut fuqaha adalah secara memanjang mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai jenggot dan dagu, adapun melebar mulai dari pinggir telinga satu sampai pinggir telinga yang lainnya.

Sedangkan Allah ‘azza wa jalla memerintahkan kita: ”Dan basuhlah muka-muka kamu.” [Q.S. Al-Maidah: 6]

Imam Bukhari rahimahullah dan imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Humran bin Abaan radhiyallahu ‘anhu, bahwa cara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. [HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14]

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. [HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572 dan Al-Misykah no.408].

6. Membasuh kedua tangan sampai siku merupakan rukun wudhu

Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku adalah rukun wudhu berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala: ”Dan basuhlah tangan-tanganmu sampai siku”[Q.S.Al-Maidah: 6]

Dan hal tersebut dikuatkan oleh perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: “bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallamberwudhu lalu mencuci kedua tangannya hingga melewati sikunya, dan mencuci kedua kakinya hingga melewati sampai kebetis, kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu”. [HR. Muslim no. 246]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat [HR. Muslim I/149]

7. Mengusap kepala, telinga dan sorban

Mengusap kepala secara keseluruhan, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:

”Dan usaplah kepala-kepala kalian…” [Q.S. Al-Maidah: 6]

Yaitu sempurna seluruh kepala. Perintah ayat diatas adalah mengusap, bukan mencuci, adapun mengusap cukup menenggelamkan tangan di air (membasahi tangan) kemudian mengusapkannya diatas kepala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengembalikan lagi ke depan kepalanya. [HR. Bukhari dan Muslim]

Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung mengusap kedua telingannya, dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.” [HR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140]

Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:

“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya”. [HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan]

Dalam mengusap kepala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu: “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap kepalanya satu kali” [lihat: Shahih Abu Dawud, no. 106].

Kata Rubayyi bin Muawwidz radhiyallahu ‘anhu: “Aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali”. [HR. Tirmidzi]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya [HR. Bukhari dan selainnya] asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.

Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:

a) Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.

b) Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.

Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah radhiyallahu ‘anha (salah satu isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir rahimahullah. [Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384.

8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki merupakan rukun wudhu.

Allah subhanahu wata'ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” [Q.S. Al-Maidah: 6]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallammenggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. [HR. Bukhari dan Muslim]

Imam Nawawi rahimahullah di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim rahimahullah berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”

Dan disyariatkan menyela-nyela jari kedua tangan dan kaki berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila engkau berwudhu maka sela-selahilah jari-jari kedua tanganmu dan kedua kakimu. [lihat Ash Shohihah no.1306]

9. Tertib

Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan wajib tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [HR. Bukhari-Muslim]

10.Menggosok pada anggota yang memiliki rambut/bulu yang banyak dan lebat.

Terkadang rambut yang lebat menghalangi sampainya air kedasar kulit kecuali dengan menggosokkannya.

11.Berdo’a.

Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

Dari ‘Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Tidaklah salah seorang diantara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakannya kemudian berdoa :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya” kecuali akan dibukakan baginya delapan pintu syurga, dia memasukinya sesuai yang dikehendakinya”. [HR. Muslim no.234]

Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.

وَاللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعٰلَمِيْنَ

Maroji’ (kitab rujukan):

    Shohih Fiqhus Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamaal hafizahullah
    Tamaamul Minnah, Syaikh Al Albaniy rahimahullah
    Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, Syaikh Hushain bin ‘Audah hafizahullah
    Asy Syarhul Munthi’, Syaikh Sholeh Al-Utsaimain rahimahullah
    Al Mughni, Imam Ibnu Qudamah rahimahullah

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

12 GOLONGAN YANG DI DO'AKAN MALAIKAT


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
...
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Wallahua’lam bish shawwab.

Sumber :Syaikh Dr. Fadhl Ilahi,Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama,Februari 2005

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Minggu, 01 Juli 2012

Syurga Di Bawah Telapak Kaki Ibu


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

Ya Allah.aku tau umi pasti begitu berat ketika mengandungku..Tetapi umi selalu sabar membawaku dan membelai aku dalam perutnya..

Aku tau pasti umi angat sakit ketika melahirkanku..Tetapi umi rela mengorbankan nyawanya demi melahirkanku agar aku selamat lahir di dunia..

Aku tau umi pasti mengantuk di setiap malam,ketika aku terbangun..Tetapi umi rela membuang dan menahan rasa kantuknya demi menyusuiku agar aku tak menangis lagi..

Aku tau umi pasti lelah mendengarkan rengekan aku jika aku dulu manja ingin di belikan sesuatu..Tetapi umi selalu sabar dan mengikuti apa yang aku inginkan,meskipun mungkin memaksakan jika tidak ada uang agar bahagia......

Ya Allah...aku tau umi yang mengajarkanku mengenal-Mu..

Aku tau umi yang membimbingku agar aku dapat shalat dan membaca ayat - ayat-Mu..

Aku tau umi yang membelikanku mukena agar aku dapat selalu beribadah kepada-Mu..

Aku tau umi selalu membelaiku di kala aku terlelap..

Aku tau umi sering tidak bisa tidur ketika aku sakit..

Aku tau umi selalu siap memotong rambutku yang sudah mulai panjang dengan tangannya yang lincah..

Aku tau umi selalu memasakkan makanan kesukaanku..

Aku tau umi sering membuatkanku teh hangat ketika aku pulang..

Aku tau umi selalu masih terjaga,jika aku malam belum pulang ke rumah..

Aku tau umi selalu mengsmsku agar aku tak telat makan..

Aku tau umi selalu mendo'akanku di dalam setiap waktunya..

Aku tau umi selalu mendengarkan ceritaku ketika aku bahagia maupun sedih..

Aku tau umi selalu sabar merapikan kamarku yang sering berantakan..

Aku tau umi selalu menyuapiku di pagi hari jika aku tidak sempat untuk makan sebelum ke kantor.

Aku tau umi selalu memelukku ketika aku kedinginan dengan tubuhnya yang begitu hangat.

Aku tau umi selalu tersenyum dan menciumku sebelum aku berangkat..

Aku tau umi selalu rela berkorban bekerja keras agar aku dapat kuliah..

Aku tau umi selalu berusaha memberikan masukan terbaik ketika aku dilanda kebimbangan..

Tapi Ya Allah..Aku pun tau,aku sering membuatnya sedih dengan kata-kataku yang secara tak sengaja membentaknya jika aku sedang dalam masalah dan tak ingin diganggu..padahalumi pasti cemas dengan keadaan putrinya yang tiba-tiba bersedih..

Aku pun tau,aku sering lupa mengabari umi jika aku telat pulang...padahal umi pasti cemas dengan keberadaanku..

Aku pun tau,aku sering lupa memijit badannya karena aku capek,padahal tentunya umi lebih capek bekerja keras untuk kami sekeluarga..

Aku tau,aku sering lalai dan menjalankan apa yang beliau minta padaku...

Aku pun tau,aku kadang lupa menanyakan kabarnya hari ini karena aku terlalu sibuk di luar rumah..padahal umi pasti sangat kangen padaku hari itu..

Aku pun tau,umi selalu memilihkan baju yang terbaik untukku..

Tetapi aku sering tidak memilihnya karena menurutku itu tidak cocok.

padahal umi hanya ingin aku menggunakan pakaian yang terbaik..

Aku pun tau,kadang aku pun sering malas ketika umi meminta tolong kepadaku

hanya karena aku capek baru pulang dari kantor..

Aku pun tau,aku belum dapat memberikan umi sesuatu untuk dapat membuatnya bahagia,padahal dalam hatiku aku berjanji akan berusaha membuatnya bahagia...

Aku pun tau,aku hanya gadis kecilnya yang telah beranjak dewasa,tetapi justru bukan semakin banyak waktu untuknya tetapi malah terlalu sibuk dengan urusan yang lain.. Aku pun tau,bahwa semua yang umi berikan takkan pernah dapat aku ganti dengan apapun..

Ya Allah..Ya Robb..hamba tahu,hamba bukan seseorang yang dapat selalu membuatnya tersenyum.... hamba tahu,hamba hanya seseorang yang sering membuatnya meneteskan air mata melihat tingkah laku hamba yang tak kunjung dewasa..hamba tahu,hamba bukan seseorang yang dapat selalu ada disampingnya di setiap waktu..hamba tahu,hamba belum bisa membuatnya bangga..

Tapi izinkanlah Hamba ya Allah menjadi anaknya yang shalehah yang dapat membawa kedua orang tua yang begitu menyayangiku bisa masuk ke dalam surga-Mu..

Izinkanlah hamba-Mu yang lemah ini ya Allah..

Aamin..Ya Rabbal'alamin..

Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

“Ya Tuhan kami,beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]

Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya,sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua.Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

https://twitter.com/#!/Motivasi_SEHB

Sabtu, 23 Juni 2012

Adakah Istri Yang Tidak Cerewet..?

Adakah Istri Yang Tidak Cerewet..?

Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.

Adakah Istri Yang Tidak Cerewet..?

Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatab pun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal.Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat.

Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran.

Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi, dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami.Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini,Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak,menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri,tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya....Wallahu'alam bisshawab

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Rabu, 13 Juni 2012

Siapa Yang Harus Aku Ta'ati


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhum...Aamiin ya Rabbal'alamin.

Seorang gadis kecil baru saja pulang dari sekolah.Sesampainya dirumah,Sang Ibu melihatnya sedang bersedih. Dia pun bertanya kepada anakya tentang sebab kesedihannya. Gadis kecil itu pun menjawab: “Bu, tadi bu guru mengancamku akan dikeluarkan dari sekolah, karena pakaian panjang yang aku kenakan”. “Tetapi pakaian ini adalah pakaian yang dicintai Allah Azza Wa Jalla,anakku!”.

“Benar bu, tapi Ibu guru tidak suka”.

“Baik nak, meskipun bu guru tidak suka, tetapi Allah Azza Wa Jalla menyukainya”. Jadi, siapakah yang akan kamu ta’ati?

Akankah kamu taat kepada Allah Azza Wa Jalla yang telah menciptakanmu,membentuk parasmu dan memberi nikmat kepadamu? Atau kamu akan taat kepada makhluk yang tidak bisa mendatangkan manfa’at kepadamu?”.

Allah Azza Wa Jalla lah yang aku taati, bu !

Bagus nak.Kamu benar !

Keesokan harinya,sang anak tetap berangkat ke sekolah dengan mengenakan pakaian panjang dan ketika sang guru melihatnya,dia pun menghardik dengan kasar.

Gadis tersebut tidak kuasa menghadapi hardikan sang guru,apalagi seisi kelas memandang kearahnya. Dan tangisan pun meledak.

Sambil terisak,anak itu melontarkan kata-kata singkat namun memiliki makna yang besar : “Demi Allah,aku tidak tahu siapa yang harus aku taati,Anda atau Dia?”

“Dia siapa?” tanya sang guru.

Allah Azza Wa Jalla,Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.,aku ta'ati perintahmu,lalu aku mengenakan pakaian yang anda sukai dan bermaksiat kepada-Nya,ataukah aku akan mentaati-Nya dan mengabaikan perintah Anda?

“Aku akan tetap menta'ati Allah Azza Wa Jalla,walau harus mengalami segala kepahitan,jawab sang gadis.

Kata-kata itu keluar dari mulut mungil gadis tersebut.Kata-kata yang memperlihatkan loyalitas penuh kepada Allah Azza Wa Jalla.Dengan tegas gadis kecil itu menyatakan komitmen dan ketaatannya kepada perintah-perintah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.

Apa guru tersebut membiarkannya?

Sang guru meminta agar ibu anak tersebut dipanggil ke sekolah,apa yang kira-kira dia inginkan?

Sang ibu pun datang.

“Anak anda telah menasehatiku dengan nasehat yang paling berharga yang pernah aku dengar selama hidupku”, kata guru kepada sang ibu.

Ya,guru tersebut telah menerima nasehat dari muridnya yang masih kecil.Guru yang telah belajar tarbiyah dan memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas.Seorang guru yang ilmunya tidak menghalangi untuk menerima nasehat dari seorang anak kecil yang seusia dengan anaknya.

Selamat,bagi guru tersebut.Selamat pula bagi anak kecil yang ditelah ditempa dengan tarbiyah islam dan menggenggamnya dengan kuat.Dan selamat bagi sang ibu yang telah berhasil menanamkan rasa cinta kepada Allah Azza Wa Jalla dan Rasulullah Shallahu'alaihi wassalam kepada sang anak.

Maka dari itu wahai para ibu muslimah..

Kalianlah yang menggenggam anak-anak kalian.Mereka ibarat adonan yang bisa dibentuk sesuai dengan kehendak kalian.Maka,segeralah untuk membentuk mereka sesuai dengan bentuk yang diridhoi Allah Azza Wa Jalla dan Rasul-Nya.

Ajari mereka sholat

Ajari mereka untuk senantiasa ta'at kepada Allah Azza Wa Jalla.

Ajari mereka tentang keteguhan dan kebenaran

Ajarkan semua itu kepada mereka sebelum mereka memasuki usia dewasa.

Jika mereka tidak sempat mendapatkan tarbiyah ketika kecil,niscaya kalian akan sangat menyesal karena kalian akan kehilangan anak kalian di masa dewasa mereka.

Gadis ini bukan hidup dimasa shahabat,maupun dimasa Tabi’in,tetapi gadis ini hidup di zaman yang penuh fitnah ini.

Kisah ini membuktikan bahwa sebenarnya kita mampu untuk mencetak generasi seperti gadis ini.Seorang gadis yang bertaqwa akan berani untuk menampakkan kebenaran serta tidak takut terhadap celaan orang yang mencela.

Saudari Mukminah,anakmu sekarang berada dihadapanmu,siramilah dia dengan air ketaqwaan dan keshalihan.Perbaikilah lingkungannya.Jauhkan ia dari berbagai virus dan obat-obat berbahaya.

Inilah tantangan yang berada dihadapanmu.Silahkan koreksi,apa yang telah kamu lakukan dengan amanah yang Allah Azza Wa Jalla titipkan padamu.

Rasulullah shalallahu‘alaihi wa sallam,bersabda;“Barang siapa yang mencari keridhoan manusia dengan mengabaikan kemurkaan Allah,niscaya Allah akan melimpahkan urusannya kepada manusia.Dan barang siapa yang membuat manusia marah demi mencari keridhoan Allah,niscaya Allah akan mencukupkannya dari meminta bantuan manusia” (Al-Hadist)

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm salam warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Jumat, 08 Juni 2012

Ku Teringat Sebuah Kewajiban Yang Harus Ditunaikan Sebagai Seorang Suami


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamin.

Wahai istriku,ku teringat sebuah kewajiban yang harus ku tunaikan sebagai seorang suami, sebagai seorang nahkoda dalam kapal kita, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga kita.

Wahai istriku, ku akan berusaha menjadi suami yang baik, yang menyayangimu yang berusaha untuk berta’awun (saling tolong menolong) dalam kebaikan.

Wahai istriku,ku akan selalu berusaha membuat dirimu senang, sebagaimana ku senang jika diperlakukan seperti itu. Diantaranya ku akan berusaha selalu tampil rapi, wangi dihadapan dirimu. Sebagaimana ku senang jika ku diperlakukan seperti itu.

Wahai istriku, jika engkau melihat dari diriku rasa cemburu itu bukti rasa cintaku padamu.Yang dengan itu, aku berusaha menjaga dan mencintaimu,semoga dengan sebab kecemburuanku yang syar’i menjadi sebab terjaganya dirimu,ku ingin seperti Sa’ad bin Ubadah bahkan ku ingin seperti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Wahai istriku, engkau dalam pandanganku seorang yang sangat berharga bagi diriku, sosok yang luar biasa, ketaatanmu yang membuat diriku tambah mencintai dirimu. Engkau diantara anugrah yang terbesar yang Allah berikan kepada diriku, sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “ Dunia adalah perhiasan, sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah ” (HR Muslim)

Wahai istriku,kebaikanmu begitu besar kepada diriku,kasih sayang dan kelembutanmu,ketaatan dan kesetiaanmu,pelayanan dan pengorbananmu begitu terasa oleh diriku,wahai istriku,semoga Allah membalas kebaikanmu dengan masukkanmu kedalam surga-Nya.

Wahai istriku, ingatkanlah jika suamimu keliru,jika ada hakmu yang terlalaikan, wahai istriku jangan engkau ragu untuk menasehati jika suamimu keliru,jika suamimu salah,wahai istriku ku ingin rumah tangga kita dibangun diatas saling menasehati didalam ketaatan kepada Allah,karena atas dasar inilah agama kita dibangun. sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Agama itu adalah nasehat” (HR Muslim)

Wahai istriku, ku ingin hubungan kita dibangun atas saling percaya dan saling berkhusnudzan (berberbaik sangka) satu dengan yang lainnya, karena dengan sebab inilah akan menutup celah hal-hal yang akan menimbulkan hubungan kita tidak harmonis.

Wahai istriku, ku akan melangkahkan kaki ini, mengerahkan tenaga mencari rezeki yang halal yang Allah tetapkan untuk diriku, sebagai tanggung jawab seorang suami untuk menafkahi anak dan istrinya.

“ Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberikan nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya “ (QS. Ath-Thalaq : 7)

Wahai istriku,ku akan selalu berusaha bergaul dengan pergaulan yang baik dengan dirimu,dengan kelembutan dan kasih sayang,dengan tutur kata yang sopan dan etika yang baik,dengan mendengar dan menghargai pendapatmu,dengan membantu dan meringankan pekerjaanmu,dengan bersikap yang baik dan menjaga perasaanmu,wahai istriku maafkan suamimu jika masih jauh dari hal itu,ku ingin berusaha berbuat yang terbaik untuki dirmu.

Wahai istriku, ku ingin engkau akrab dengan kedua orang tuaku. Wahai istriku mulailah dengan berlaku lemah lembut kepadanya,membantu pekerjaannya,niscaya engkau akan disayang seperti anaknya sendiri.

Wahai istriku semoga Allah menjaga dan melanggengkan rumah tangga kita diatas ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla hingga akhir hayat kita,dan memasukan kita kedalam surga-Nya.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku,untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah Azza Wa Jalla semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Jumat, 01 Juni 2012

Bila aku seorang ikhwan sejati


Alhamdulillaah…..
Segala Puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian alam.Tuhan Yang Maha Rahman.Maha Rahim.. Shalawat serta salam senantiasa tercurah untuk kekasih Allah,Muhammad Rasulullah Shallahu 'alaihi wassalam.Allahumma Shalli wa Salim Ala Sayyidina Muhammadin wa Ala aali Sayyidina Muhammadin fi Kulli Lam Hatin wa na Fasinn bi'adadi Kulli Ma'lu Mil Lak.

•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAamiin ya Rabbal'alamiin...

Ukhtina….bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa malu mendekatimu,apa kau tidak merasa takut terjerat padaku..???

Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu,apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku..???

Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa segan merayumu,apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku..???

Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tak bisa menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah kau tidak bisa menolakku dengan perisai malumu..???

Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa merasa berdosa berani menyentuhmu,apakah kau tidak takut Allah Azza Wa Jalla murka padamu,masihkah kau percaya pada ucapanku..?

tak curigakah kau padaku..?

Tak inginkah kau menjauhiku..???..atau karena kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu,sehingga kau tak mampu menolakku meski kau tau semua ucapanku ” Mencintaimu Karena Allah” adalah palsu.

Ketahuilah ukhtina…

Bila aku seorang ikhwan sejati Yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.. Aku tidak akan berani menyentuhmu,bahkan hatimu sekalipun… Karena aku malu pada Allah Azza Wa Jalla jika bayanganku mengacaukan kekhusuk’an ibadahmu…

Bila aku seorang ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla,aku tidak akan pernah berani merayumu,menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu.. Karena kau belumlah halal bagiku. Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya. Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu karena kau rela melanggar larangan-larangan-Nya karena cintamu padaku.

Bila aku seorang Ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikimu karena tak mengungkapkan cintaku padamu sekarang meski saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika engkau memang di takdirkan untukku ,engkau pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatmu.. Bukankah jika Allah Azza Wa Jalla tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya..???

Jadi untuk apa aku risau..???

Ukhtina…Sadarlah… bila aku seorang Ikhwan yang benar-benar mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla,aku hanya akan berani merayumu,menggodamu,dan menyentuhmu setelah engkau telah halal bagiku.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Sebuah renungan untukku, untukmu,untuk kita semua. Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci...

Bergeraklah masuk,Buka tiap lembaran kalimat hati,maknai,lalu tunaikanlah

Hak cipta adalah milik Allah SWT semata.Ilmu adalah amanat Allah yg harus disampaikan kepada Ummah...kami hanya menyampaikan apa yg kami miliki...

Sungguh bahagia insan yang telah menemukan cinta sejatinya.. ibarat tasbih & benang pengikatnya.. terajut menjadi satu untaian yang selalu disentuh satu demi satu oleh insan mulia yang bibirnya basah akan cinta kepada Rabb-Nya

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥

Semoga apa yang telah disampaikan ini ada manfaatnya,

Afwan Minkum Kebenaran datangnya dari Allah kekurangan dari pribadi ana dan ana hanya menyampaikan apa yang diamanahkan Allah

Wallahù'alam bíshawab Wabíllahí taùfík walhídayah,

Wassalamù'alaíkùm warahmatùllahí wabarakatùh
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354