Sabtu, 30 Juli 2011

Lelaki Sholeh Dambaan Wanita sholeh


"Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Jadilah seorang lelaki yang beriman,
Yang hatinya disalut rasa taqwa kepada Allah,
Yang jiwanya penuh penghayatan terhadap Islam,
Yang senantiasa haus dengan ilmu,
Yang senantiasa dahaga akan pahala,
Yang solatnya adalah maruah dirinya,
Yang tidak pernah takut untuk berkata benar,
Yang tidak pernah gentar untuk melawan nafsu,
Yang senaantiasa bersama kumpulan orang-orang yang berjuang di jalan Allah.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menjaga tutur katanya,
Yang tidak bermegah dengan ilmu yang dimilikinya,
Yang tidak bermegah dengan harta dunia yang dicarinya,
Yang sentiasa berbuat kebajikan kerana sifatnya yang penyayang,
Yang mempunyai kawan dan tidak mempunyai musuh.

Jadilah seorang lelaki,
Yang menghormati ibu bapaknya,
Yang senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga,
Yang bakal menjaga kerukunan rumahtangga,
Yang akan mendidik isteri dan anak-anak mendalami Islam,
Yang mengamalkan hidup penuh kesederhanaan,
Karena dunia baginya adalah rumah sementara menuju akhirat.

Jadilah seorang lelaki,
Yang sentiasa bersedia untuk menjadi imam,
Yang hidup di bawah naungan al-Quran dan mencontohi sifat-sifat Rasulullah,
Yang boleh diajak berbincang dan berbicara,
Yang menjaga matanya dari berbelanja,
Yang sujudnya penuh kesyukuran dengan rahmat Allah ke atasnya.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak pernah membazirkan masa,
Matanya kepenatan karena membaca al-Quran,
Suaranya lesu kerana penat berzikir,
Tidurnya lena dengan cahaya keimanan,
Bangunnya Subuh penuh kecerdasan,
KAREna sehari lagi usianya bertambah kematangan.

Jadilah seorang lelaki,
Yang senantiasa mengingati mati,
Yang baginya hidup di dunia adalah ladang akhirat,
Yang mana buah kehidupan itu perlu dibaja dan dijaga,
Agar berputik tunas yang bakal menjaga baka yang baik,
Meneruskan perjuangan Islam sebelum hari kemudian.

Jadilah seorang lelaki,
Yang tidak terpesona dengan buaian dunia,
Karena dia mengimpikan syurga Allah.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`

ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Jumat, 29 Juli 2011

Bulan Yang Di Nantikan Bulan Yang Rindukan Marhaban Ya Ramadhan


"Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Marhaban Yaa syahru ramadhan Marhaban syahrul maghfirah Marhaban syahrul Quran…. Marhaban Yaa Syahrul ibadah…

Betapa bahagia kami masih boleh bertemu dengan mu lagi Serasa lebih dari bertemu sang kekasih lantaran engkau terlalu berarti Kedatanganmu membawa harapan Agar keluar kami umat ini dari kegelapam Menuju cahaya fitrimu yang terang benderang…

Malam seribu bulan sudah kami rindu dari sekarang Ketika langit menggenapkan semua perjanjiannya Menerima amanat rahmat hingga pagi harinya Bagi siapa saja yang mendaki jalan ini Berpuasa bukan untuk mulut dan hati Namun berpuasa semata-mata hanya untuk Illahi Rabbi

Marhaban Yaa ramadhan Kami sambut kau dengan segenap harapan Agar kami jalani hari demi harimu nanti Dengan saling memperbaiki diri Sebab hidup bukanlah hari ini Yang ada disini tidaklah abadi Sedang disisi-MU nanti , itulah yang abadi Segala lelah payah, segala sakit, segala duka dan derita, darah dan airmata Dalam perjuangan ini akan Engkau ganti

Melalui Ramadhan suci…

Bawalah kami pada titik cahaya tertinggi yang mampu kami daki Melalui Ramadhan suci… Basuhlah segala iri, dengki, ghibah,amarah dan fitnah Dusta, putus asa, malas , serakah , bimbang dan sedih….

Basuhlah dari diri kami segala yang menghalangi turunnya Rahmat-MU pada kami Ya Rabbi…

Melalui Ramadhan suci…..

Cucilah…cucilah dosa-dosa kami hingga bersih Di bulan suci ini dihari yang penuh barokah ini Semoga kami diberi kekuatan besar untuk tahan menjalani malam-malam tarawehMu Wahai Ramadhan ,mengisi nafas dengan tilawatil quran Jadikanlah kami perindu-perindu malam Mu Akan sampaikah kami padaMU wahai pemilik Ramadhan? Akan kah Kau terima segala upaya kami yang dhoif Fakir dan sangat mengharapkan ampunan-MU Yaa Rabbi….

Ampunilah dosa-dosa kami Ampunilah segala salah dan khilaf selama ini Karena kelalaian yang kami lakukan….

Ya Rabbi tuntunlah kami di jalan-MU menjalani hari-hari suci-Mu Agar kami kembali kepada-MU kelak dalam keadaan suci Agar kami termasuk hamba-hamba Yang Engkau Rindukan Walaupun hamba bukanlah termasuk hamba-hamba Pilihan-MU

Marhaban Ya Ramadhan Syahru Syiam

Selamat datang Ramadhan Kami sambut datangmu…. dengan semangat untuk menang! Kami tunggu datangmu dengan saling berkasih sayang Kami tunggu datangmu dengan segala suka cita Kami tunggu datangmu dengan segenap Rindu dan Harapan

Marhaban Ya Syahru Ramadhan Marhaban Ya Syahrul maghfirah… Marhaban Ya syahrul Quran Marhaban Ya Syahrul Ibadah… Marhaban Ya Ramadhan…..

Perihal Ramadhan~Sejarah Ramadhan

1.Ramadhan: Artinya panas terik
2. Bulan di turunkan Al Quran dan disebut (syahru ramadhana)
3. Berlakunya perang Badar Kubra dan mendapat kemenangan.
4. Bulan dimana nabi mengambil balik Mekah dari tangan Musyrikin dan berakhirnya penyembahan berhala.
5. Di dalamnya dipilih ada malam al-qadar yakni lebih baik drpd 1000 bulan.
6. Di pilih untuk ibadat puasa.
7. Di pilih untuk ibadat2 lain (tadarus Al Quran)
Kelebihan Bulan Ramadhan

(1) Kamu akan di naungi Ramadhan.(2) Bulan penuh keberatan.(3) Di malamnya ada lebih baik drpd 1000 bulan.(4) Amal sunat sama dengan solat fardhu.(5) Manakala solat fardhu mendpt 70 kali ganda.(6) Bulan sabar dan pahalanya adalah syurga.(7) Bulan menambah rezeki,(8) Memberi buka banyak pahala,(9) Bulan keampunan.Do'a yang paling makbul yaitu do'a sebelum berbuka puasa.
Juga do'a pada sepertiga malam.(10) 10 hari pertama adalah mulanya rahmat,10 hari pertengahan - pengampunan,10 hari terakhir - kemerdekaan api neraka.

Amalan-amalan di bulan Ramadhan

(1) Hendak tidur bacalah 4 ayat terakhir Surah Al Kahfi supaya dapat bangun malam
(2) Berazam melakukan solat Terawih sepanjang bulan
(3) Bertadarus secara bersemak (bukan sendirian)
(4) Solat berjemaah setiap waktu di masjid/surau
(5) Amalkan Qiyamulail walaupun pendek
(6) Sahur diwaktu akhir
(7) Sahur - utk mengelakkan makanan tidak hadam elakkan makanan pedas dan tutup sahur dengan air susu
(8) Mandi Janabat sebelum Imsak
(9) Kurangkan tidur
(10) Banyakkan bersedekah
(11) Berbuka dgn 3 biji kurma dan air yg belum dipanaskan oleh api
(12) Jemput tetamu berbuka
(13) Banyakkan i'tikaf di masjid (lelaki sahaja)
(14) Elakkan berbelanja berlebihan
(15) Kuatkan kesabaran
(16) Banyakkan selawat,istighfar, bertasbih
(17) Melepaskan perasaan sedih melepaskan Ramadhan ditakuti tidak bertemu lagi dengan Ramadhan akan datang
(18) Tunaikan zakat fitrah

NUZUL Al-QUR'AN ( 17 Ramadhan )

Tarikh turunnya Al-Qur'an
Beramallah di malamnya dgn solat malam dan amal2 yg baik

Kesimpulannya

Bulan Ramadhan datang setahun sekali dan ia sebaik2 bulan penuh keberkahan,pengajaran,mendidik mempunyai ketahanan dan penuh dgn amalan-amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan hubungan sesama manusia.Oleh itu bersiap sedialah dari awal supaya ia benar2 mengubah sikap yg baik dan seterusnya menjadi insan yg soleh/solehah.Semoga dipertemukan di Ramadhan yang akan datang


♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`
ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Marhaban Ya Syahru Ramadhan Marhaban Ya Syahrul Maghfirah


"Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Alhamdulillah wa syukurillah..Ramadhan segera tiba.. Insya Allah kita masih diberi kesempatan untuk menjalankannya… Aamiin ya Robbal ‘alamiin

Pada kesempatan ini Ana menyampaikan permohonan Maaf Lahir dan Bathin dari lubuk hati yang paling dalam kepada seluruh sahabat, kerabat,saudara, serta handai taulan atas segala salah dan khilaf yang sengaja ataupun tidak sengaja telah saya lakukan kepada antum sekalian.

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur dan bertobat.

Segala puji bagi Allah SWT yang menjadikan bulan Ramadhan lebih baik dari pada bulan-bulan lainnya dengan menurunkan al-Qur`an dan mewajibkan puasa bagi kaum muslimin sebagai salah satu pondasi Islam. shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan kepada kita tentang ibadah-ibadah di bulan Ramadhan dan memberikan contoh kepada kita bagaimana sebaiknya menghidupkan bulan bulan yang penuh berkah ini.

Saya menyampaikan sekelumit tentang amalan-amalan Ramadhan yang didapat dari berbagai sumber diantaranya dari: Iman santoso, LC (Panduan Ibadah Ramadhan) dan Muhammad Iqbal Ghazali,MA, untuk hanya sekedar mengingatkan barangkali saja diantara kita ada yang lupa atau bahkan belum tahu, karena menyampaikan adalah sebuah kewajiban..

Qs.3:20 kewajiban kamu hanyalah menyampaikan
Qs.5:92 kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan dengan terang
Qs.16:82 kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan
Qs.16:125 Serulah pada jalan Tuhan-mu dengan hikmah & pelajaran baik
Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan
Qs.64:12 kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan dengan terang

Dari Abu Hurairah , ia berkata, ‘Rasulullah SAW memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ, فِيْهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَتُغْلَقُ فِيْهِ أَبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلُّ فِيْهِ الشَّيَاطِيْنُ. فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. مَنْ ُحُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ.

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa.(HR. Ahmad dan an-Nasa)

PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN

Persiapan Mental
Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusu’an ibadah Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Persiapan ruhiyah (spiritual)
Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).

Persiapan fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.

Persiapan Fisik dan Materi
Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit. Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan. Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
• Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhori dan Abu Daud).
• Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
• Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR. Al-Haitsami).

Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan. Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan. Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusu’an ibadah Ramadhan.

Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)
Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu. Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif. Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa. Allah SWT berfirman : « Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri » (QS AR- Ra’du 11). Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al-Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan. Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam. Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).

Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka. Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami. Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran. Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.
Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah. Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung. Allah SWT. berfirman: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (QS An-Nuur 31).
Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS Hud 52)

Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah, Da’wah
Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan. Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan.

Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)
Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi. Muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan:

    Puasa: Allah SWT memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu rukun Islam.

Firman Allah SWT:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah:183)

Rasulullah SAW bersabda:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةُ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ.

“Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah SWT dan Muhammad SAW adalah rasul Allah SWT, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul Haram.” Muttafaqun ‘alaih.

Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT, sebagaimana Rasulullah r bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu.” Muttafaqun ‘alaih.

Membaca al-Qur`an: Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan. Rasulullah SAW bersabda:

اِقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي  يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ.

“Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya). HR. Muslim.

Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an. Firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS: al-Baqarah:185)

Rasulullah SAW selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

وَلاَ أَعْلَمُ نَبِيَّ الله ِقَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِى لَيْلَةٍ, وَلاَ قَامَ لَيْلَةً حَتَّى يُصْبِحَ وَلاَ صَامَ شَهْرًا كَامِلاً غَيْرَ رَمَضَانَ.

“Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah SAW membaca al-Qur`an semuanya, sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan.” HR. Ahmad.

Dalam hadits Ibnu Abbas  yang diriwayatkan al-Bukhari, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan tadarus al-Qur`an bersama Jibril  di setiap bulan Ramadhan.

Menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat Tarawih berjamaah: Shalat Tarawih disyari’atkan berdasarkan hadits ‘Aisyar radhiyallahu ‘anha, ia berkata:”Sesungguhnya Rasulullah r keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau.  Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi  mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah SAW keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah SAW hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, ‘Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya.” Rasulullah SAW wafat dan kondisinya tetap seperti ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Setelah Rasulullah SAW wafat, syariat telah mantap, hilanglah segala kekhawatiran. Disyari’atkan shalat Tarawih berjamaah tetap ada karena telah hilang ‘illat (sebabnya), kerena ‘illat itu berputar bersama ma’lul, ada dan tiadanya. Di samping itu, Khalifah Umar  telah menghidupkan kembali syari’at shalat Tarawih secara berjamaah dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah SAW pada masa itu. Wallahu A’lam.

Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar: lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29. Firman Allah SWT:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)

Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah SAW bersabda:

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدَرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

“Dan barangsiapa yang beribadah pada malam ‘Lailatul qadar’ semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” HR. al-Bukhari.

Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo’a, membaca shalawat. Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata, ‘Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau menjawab, ‘Bacalah:

اَللّهُمًَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَفاَعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni, ampunilah aku.”

I’tikaf di malam-malam Lailatul Qadar: I’tikaf dalam bahasa adalah berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar’i, i’tikaf berarti berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT dengan cara tertentu sebagaimana telah diatur oleh syari’at.

I’tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal oleh Rasulullah SAW, seperti yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتىَّ تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.

“Sesungguhnya Nabi r selalu i’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau.” Muttafaqun ‘alaih.

Memperbanyak sedekah: Rasulullah SAW adalah orang yang paling pemurah, dan beliau  lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas , ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَجْوَدَ النَّاسِ, وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُوْنُ فِى رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ …

“Rasulullah SAW adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih pemurah lagi di bulan saat Jibril menemui beliau, …HR. al-Bukhari.

Melaksanakan ibadah umrah: salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah dan Rasulullah SAW menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:

عُمْرَةٌ فِى رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji.”

Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari Allah SWT untuk mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.

Aamiin Ya Robbal Alamiin

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`
.
ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Marhaban Ya Syahru Ramadhan~Kemuliaan Bulan Di Ramadhan


"Allahumma baariklanaa di Rajab wa Sya'ban Wa Ballighna Ramadhan",Semoga Allah memberkahi kehidupan kita dibulan-bulan ini untuk berjumpa Ramadhan,Dengan segenap kesiapan ruhiyah, fikriyah,jasadiyah,maliyah dan satukan barisan raih takwa & sambut kemenangan dakwah, Intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdamakum.

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Rasulullah saw. memberikan sambutannya menjelang Bulan Suci Ramadhan. “Wahai segenap manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung penuh berkah bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan". Allah menjadikan puasa di siang harinya sebagai kewajiban, dan qiyam di malam harinya sebagai sunnah. Barangsiapa menunaikan ibadah yang difardukan, maka pekerjaan itu setara dengan orang mengerjakan 70 kewajiban.

Ramadhan merupakan bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga. Ramadhan merupakan bulan santunan, bulan yang dimana Allah melapangkan rezeki setiap hamba-Nya. Barangsiapa yang memberikan hidangan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosanya, dan dibebaskan dari belenggu neraka, serta mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berpuasa tersebut.” (HR Khuzaimah)

Sambutan Nabi Muhammad saw. ini merupakan teladan bagi umatnya dalam menghadapi datangnya Bulan Ramadhan. Sambutan hangat penuh kegembiraan yang Beliau sampaikan menunjukkan perlunya tarhib Ramadhan seperti khutbah Nabi ini ditradisikan kaum muslimin. Jika ada satu momen dimana kepala negara menyampaikan pidatonya tentulah momen tersebut bukan momen biasa. Itu sebuah program superpenting dengan momen paling istimewa. Demikian pula dengan bulan Ramadhan yang penuh dengan keunggulan dan kemuliaan.

Dari hadits tersebut, Nabi kita menyebutkan 8 keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu:

1. Syahrun Azhim (Bulan Yang Agung)

Azhim adalah nama dan sifat Allah Ta’ala. Namun juga digunakan untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebesaran dan kemuliaan sesuatu. Sesuatu yang diagungkan Nabi tentulah memiliki nilai yang jauh lebih besar dan sangat mulia dengan sesuatu yang diagungkan oleh manusia biasa. Alasan mengagungkan bulan Ramadhan adalah karena Allah juga mengagungkan bulan ini. Firman Allah, “Waman yu’azhim sya’iirillah fa-innahha mintaqwal quluub, barangsiapa mengagungkan syiar-syiar agama Allah, maka itu datang dari hati yang bertakwa.”

Diagungkan Allah karena pada bulan inilah Allah mewajibkan puasa sebagai salah satu dari lima rukun Islam. Allah Yang Maha Pemurah Penyayang menetapkan dan mensucikan bulan ini kemudian memberikan segala kemurahan, kasih sayang, dan kemudahan bagi hamba-hamba yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Syahrul Mubarak

Bulan ini penuh berkah, berdayaguna dan berhasil guna, bermanfaat secara maksimal. Detik demi detik di Bulan Suci ini bagaikan rangkaian berlian yang sangat berharga bagi orang beriman. Pasalnya semua perbuatan kita di saat berpuasa menjadi ibadah berpahala yang balasannya langsung dari Allah. Amal baik sekecil apapun nilainya
dilipatgandakan sehingga kita menjadi puas dalam melakukannya.

Keberkahan Ramadhan oleh Nabi kita secara garis besar dibagi 3, yaitu 10 malam periode pertama penuh rahmat Allah, 10 berikutnya diisi dengan ampunan (maghfirah), sedangkan di 10 malam terakhir merupakan pembebas manusia dari api neraka. Keberkahan yang Allah berikan ini akan optimal jika kita mengelola waktu pendekatan diri kepada Allah sebagaimana arahan Rasulullah saw.

3. Syahru Nuzulil Qur’an

Allah mengistimewakan Ramadhan sekaligus menyediakan target terbesar, yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Simaklah firman Allah dalam rangkaian ayat puasa, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan bagi petunjuk, dan furqan
(pembeda).” (Al-Baqarah: 185)

Ayat di atas menjelaskan bahwa target utama amaliyah Ramadhan membentuk insan takwa yang menjadikan Kitabullah sebagai manhajul hayat (pedoman hidup). Dapat dikatakan bahwa Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. mendapatkan wahyu pertama pada bulan Ramadhan dan di setiap bulan Ramadhan Malaikat Jibril datang sampai dua kali untuk menguji hafalan dan pemahaman Rasulullah saw. terhadap Al-Qur’an. Bagi ummat Muhammad, ada jaminan bahwa Al-Qur’an kembali nuzul ke dalam jiwa mereka manakala mengikuti program Ramadhan dengan benar.

4. Syahrus Shiyam

Pada Bulan Ramadhan dari awal hingga akhir kita menegakkan satu dari 5 rukun (tiang) Islam yang sangat penting, yaitu shaum (puasa). Kewajiban puasa sebagaimana kewajiban ibadah shalat 5 waktu. Maka sebulan penuh seorang muslim mengkonsentrasikan diri untuk ibadah sebagaimana dia mendirikan shalat Subuh atau Maghrib yang memakan waktu beberapa menit saja. Puasa Ramadhan dilakukan tiap hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari (Magrib). Tidak cukup menilai dari yang membatalkannya seperti makan dan minum atau berhubungan suami-istri di siang hari saja, tetapi wajib membangun akhlaqul karimah, meninggalkan perbuatan maksiat dan yang makruh (yang dibenci Allah).

5. Syahrul Qiyam

Bulan Ramadhan menggairahkan umat Islam untuk menjalankan amalan orang-orang saleh seperti sholat tahajjud dan membaca Al-Qur’an dengan benar di dalam shalat malamnya. Di Bulan Ramadhan Kitabullah mengisyaratkan bahwa untuk mendapatkan ketinggian derajatnya setiap mukmin sangat dianjurkan shalat tarawih dan witir agar di luar Ramadhan dia bisa terbiasa mengamalkan qiyamullail.

6. Syahrus Sabr (bulan sabar)

Bulan Ramadhan melatih jiwa muslim untuk senantiasa sabar tidak mengeluh dan tahan uji. Sabar adalah kekuatan jiwa dari segala bentuk kelemahan mental, spiritual dan operasional. Orang bersabar akan bersama Allah sedangkan balasan orang-orang yang sabar adalah surga.

Sabar lahir bersama dengan segala bentuk kerja besar yang beresiko seperti dalam dakwah dan jihad fi sabilillah. Ramadhan melatih muslim beramal islami dalam berjamaah untuk meninggikan kalimat Allah.

7. Syahrul Musawwah (Bulan Santunan)

Ramadhan menjadi bulan santunan manakala orang-orang beriman sadar sepenuhnya bahwa puasanya mendidik mereka untuk memiliki empati kepada fakir miskin karena merasakan lapar dan haus sebagaimana yang mereka rasakan. Karena itu kaum muslimin selayaknya menjadi pemurah dan dermawan. Memberi dan berbagi harus menjadi watak yang ditanamkan.

Segala amal yang berkaitan dengan amwal (harta) seperti zakat fitrah sedekah, infak, wakaf, dan sebagainya, bahkan zakat harta pun sebaiknya dilakukan di bulan yang mulia ini. Memberi meskipun kecil, bernilai besar di sisi Allah. Siapa yang memberi makan minum pada orang yang berpuasa meskipun hanya seteguk air, berpahala puasa seperti yang diperoleh orang yang berpuasa.

8. Syahrul Yuzdaadu fiihi Rizqul Mu’min

Bulan ini rezeki orang-orang beriman bertambah karena segala kemudahan dibuka oleh Allah seluas-luasnya. Para pedagang akan beruntung, orang yang jadi pegawai dapat kelebihan pendapatan dan sebagainya. Namun rezeki terbesar adalah hidayah Allah kemudian hikmah dan ilmu yang begitu mudah diperoleh di bulan mulia ini.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`

ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Rabu, 27 Juli 2011

Luahan & Harapan Si Gadis

`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.
 
Sekadar melihatmu...dari jauh...Tatkala diri sedang bermusafir mencari cinta Ilahi,, kadang2 diri tercuit dengan cinta-cinta kecil,

Ya..cinta yang jika tidak dikawal bakal menempa murka Ilahi,
di saat hati semakin gersang dari cinta Ilahi,
sudah cukup membuatkan aku merasa cukup jauh dariNya,
aku tertanya-tanya,

"layakkah aku untuk mencintai insan itu andai diriku sendiri masih gagal meraih cinta Ilahi??"

Aku semakin bingung memikirkan dua cinta yang harus ku utamakan,,saat aku jatuh,,aku meminjam semangat darimu,,hatiku kembali terisi dengan tazkirah-tazkirah yang kau berikan saban hari,setiap tutur kata dan budi pekertimu tersimpan rapi dalam kotak ingatanku,ramai yang menyanjungimu kau terkenal dengan kewarakanmu,,agamamu menarik perhatianku,cara kau beramal dengannya,cara kau menjaga ikhtilatmu.

kau pemuda soleh,,setiap kuliah yang kau beri ku teliti satu persatu,,
lantas timbul keinginan untuk berubah dan pastinya ia ke arah yang lebih baik,namun ku luruskan kembali niatku berubah hanya untuk Allah.

Sang Mujahid!ikhlas ku katakan,kau amat kukagumi,tidak berani aku nyatakan itu cinta kerana aku tidak berani memberi apa takrif pun tentang perasaan itu,

sedangkan aku,masih banyak salah dan silapku di sana sini,solehahku tidak pasti,namun itu tidak menjadi alasan buatku untuk membentuk diri ke arah itu,ayat-ayat cinta-NYA,ku dalami dengan hati yang penuh tawadhuk,hari demi hari,hidupku semakin terisi dengan cinta dari-NYA.

Bernafas dalam jiwa hamba...alhamdulillah,aku semakin beroleh ketenangan,namun aku tidak berani menyatakan perasaan cintaku padamu pemuda soleh,kerana kita sama-sama masih memikul banyak tanggungjawab,tanggung jawab terhadap pelajaran,tanggung jawab terhadap dakwah,tanggung jawab terhadap ibu bapa,dan pastinya tanggungjawab terhadap Allah,aku masih belum bersedia dan aku tahu kau jua begitu,aku yakin dengan janji Allah.

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk lelaki-lelaki yang keji, dan lelaki-lelaki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji.Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….." (An-Nur:26)

Keluarga bahagia,aku kini sedang bermujahadah untuk menjadi solehah,namun keutamaanku bukan untuk mencari yang soleh,sekadar memperbetulkan diri yang semakin terpesong dari jalan-NYA.

Akhir kata,,aku amat mengagumimu kerana agamamu,bukan kerana kekayaanmu,
bukan kerana keindahan wajahmu dan malah bukan jua kerana keturunanmu,aku amat menyenangi perasaan itu,namun aku sedar,meminatimu sahaja aku merasa tidak layak,mana mungkin aku mampu menganyam impian untuk menjadi teman hidupmu??

semoga kau beroleh rahmat dari-NYA

Comelnya dia!
"Aku mahu lelaki yang apabila menatap bening matanya,,hatiku menjadi luas dan lapang,,

Aku mahukan lelaki yang apabila ku dengar suaranya melagukan ayat-ayat  Al-Quran secara murattal,ketenangan melingkar di jiwa.

Aku mahukan lelaki yang marahnya mendidik,tegasnya berprinsip,sayangnya tulus dan budinya mencurah-curah.

Apabila aku berdiri di belakangnya sebagai makmum,aku merasa aman dan selamat"

Hanya Allah lebih mengetahui isi hati para hamba-NYA

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`

ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`

https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Kurma Dan Emas


`*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Seorang lelaki ingin bermusafir dalam jangka masa yang panjang. Dia mempunyai harta berupa emas yang tidak boleh dibawa bersama-sama. Dia ingin mengamanahkan hartanya itu kepada rakan karib yang sangat dipercayainya.

Namun dalam hatinya masih ada keraguan akan kejujuran kawan karibnya itu. Setelah berfikir panjang, dia mendapat satu helah.

Dia memasukkan emasnya ke dalam sebuah bekas yang bertutup. Emas diletakkan di bawah, manakala bahagian atas dipenuhi dengan buah kurma.

“Sahabatku, aku ingin meminta bantuanmu untuk menjaga kurma ini sepanjang aku bermusafir,”kata lelaki itu kepada rakannya.

“Tiada masalah bagiku. Berapa lama agaknya engkau akan bermusafir?”
“Lebih kurang enam bulan.”
“Baiklah. Akan kujaga amanahmu ini, insya-Allah.”

Suatu malam, isterinya sangat ingin makan buah kurma. Oleh kerana hari sudah larut malam dan tidak ada kedai yang dibuka, lelaki itu mengambil keputusan untuk membuka bekas yang diamanahkan oleh kawannya. “Akan kuambil sebiji dua dan kuganti semula esok,” begitulah katanya dalam hati.
Dia pun membuka bekas itu. Sesetengah buah kurma telah rosak kerana terlalu lama disimpan. Diapun mengorek-ngorek ke bahagian bawah.

Alangkah terkejutnya dia apabila mendapati bahawa ada ketulan-ketulan emas di bahagian bawah! Melihat emas yang begitu banyak, timbul rasa tamak dalam dirinya. Semua emas itu diambilnya. “He, he…dia ingat dia pandai menipu? Sekarang aku pula akan menipunya,” begitulah dia menyangka.

Minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu. Oleh kerana sebab yang tidak dapat dielakkan, kawannya itu tidak dapat pulang pada masa yang dijangkakan. Setelah setahun kemudian, baru dia pulang.

Sebaik pulang, dia terus ke rumah kawannya untuk mengambil bekas yang diamanahkannya itu. Alangkah terkejutnya dia apabila mendapati emasnya telah hilang. Bekas itu hanya dipenuhi dengan buah kurma.

“Mana emas aku?”
“Emas apa yang kau maksudkan?”

“Emas yang ada di dalam bekas ini, yang aku amanahkan kepada kau dulu.”
“Kau tidak meninggalkan emas. Kau hanya meninggalkan kurma. Bukankah itu yang kau katakan padaku?”

Lelaki itu terdiam. Memang benar itulah yang dikatakannya. Tetapi dia yakin bahawa memang sahabatnya telah pecah amanah.

Siapa lagi kalau bukan dia yang telah membuka penutup bekas itu dan mengambil semua emas yang ada di dalamnya?

Dipendekkan cerita, perkara itu pun dibawa ke mahkamah.

“Tuan hakim, emas saya di dalam bekas yang diamanahkan kepada kawan saya telah hilang dicurinya,” dakwa lelaki pertama.

“Tidak tuan hakim, dia memberi amanah agar saya menjaga buah kurma, bukannya emas,” bantah kawannya.

“Kalau begitu, saya ingin melihat bekas itu beserta dengan buah kurma sekali!” perintah tuan hakim.

Bekas itu pun ditunjukkan kepada tuan hakim.
“Berapa lamakah buah kurma dapat disimpan di dalam bekas ini tanpa rosak?” tanya hakim.

“Lebih kurang enam bulan,” jawab mereka hampir serentak.

“Berapa lama engkau keluar bermusafir dan mula menyimpan belas ini di ruma kawanmu?” tanya tuan hakim kepada lelaki pertama.

“Setahun,” jawabnya ringkas.

“Kamu bersalah!” umum tuan hakim ditujukan kepada lelaki yang diamanahkan menjaga bekas kawannya itu. “Kamu telah pecah amanah.”

“Saya bersalah? Apa bukti saya telah mecuri emas-emas itu?” tanya lelaki itu kebingungan.

“Kamu berbohong. Cuba kamu lihat buah kurma yang ada di dalam bekas ini. Bukankah masih berada dalam keadaan baik? Itu tandanya kamu pernah membuka bekas ini, mengambil emas yang ada di dalamnya dan menggantikannya dengan kurma yang baharu. Kurma yang disimpan setahun tentu sebahagian besarnya sudah rosak.”

Setelah pencuri itu dibawa keluar oleh pengawal, lelaki itu tersenyum sambil berkata, “Syukur kerana orang yang mencuri telah ditangkap. Saya harap emas saya akan dikembalikannya.”

“Kamu mungkin akan menyelematkan emas kamu, tetapi kamu telah kehilangan maruah diri kamu,” kata tuan hakim dengan tajam.

“Mengapa?”
“Kamu juga tidak amanah ketika memberi amanah.

Kamu juga hakikatnya berbohong. Kamu mengamanahkan emas, tetapi kamu kata kurma! Kamu juga bersalah,” ujar tuan hakim.

PENGAJARAN: Memberi dan menerima amanah perlu dibuat atas dasar keikhlasan. Jika kita tidak ikhlas ketika memberi amanah, orang yang menerimanya juga tidak akan ikhlas menjalankan amanah itu.
Wallahu’alam. Sumber daripada Majalah Solusi Isu 31.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`

ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
.https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354

Aku Hanya An-Nisaa Akhir zaman


*•Yaa Rabbi•*´¯)Ajarilah kami bagaimana memberi sebelum meminta,berfikir sebelum bertindak,santun dalam berbicara,tenang ketika gundah,diam ketika emosi melanda,bersabar dalam setiap ujian.Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash-Shiddiq,sebijaksana Umar bin Khattab,sedermawan Utsman bin Affan,sepintar Ali bin Abi Thalib,sesederhana Bilal,setegar Khalid bin Walid radliallahu'anhumღAmiin ya Rabbal'alamin.

Ya Allah..
Jadikan aku tabah seperti Ummu Khadijah,Sehingga dirinya digelar afifah solehah,Dialah wanita pertama,Tiada ragu mengucap syahadah,Pengorbanan bersama Rasulullah,Susah senang bersama,Walau hilang harta kerana berdakwah,Walau dipulau 3 tahun 3 bulan,Imannya sedikit pun tak berubah,Mampukah aku setabah dirinya?Andai diuji sedikit sudah rebah..Baru dihina sudah mengalah,Ya Allah..tabahkan aku sepertinya..

Ya Allah..
Jadikan aku semulia Fatimah Az-Zahrah,Betapa tinggi kasihnya pada ayahandanya,Tidak pernah putus asa pada perjuangan dakwah baginda,Anak yang semulia peribadi baginda,Tangannya lah yang membersihkan luka,Tangannya jua yang membersihkan cela,Pada jasad Rasulullah tercinta,Gagahnya dirinya pada dugaan,Mampukah aku sekuat Fatimah?Saat diri terluka dendam pula menyapa,Saat disakiti maki pula mengganti,Ya Rabbi..teguhkan hatiku sepertinya..

Ya Allah..
Jadikan aku sehebat Masyitah dan Sumaiyah,Tukang sisir yang beriman dan Keluarga Yasir yang bertakwa,Sungguh kesabaran mereka menggoncang dunia,Iman tetap terpelihara walau nyawa jadi taruhan Mampukah sabarku seperti mereka?Tatkala digoda nafsu dunia..Entah mana hilangnya Iman di dada..

Ya Rahman..
Kuatkan Imanku seperti Masyitah,Terjun penuh yakin bersama bayi ke kuali mendidih,Kerana yakin Allah pasti disisi,Sabarkan aku seperti sumaiyah,Biar tombak menusuk jasad..Iman sedikit pun takkan rapuh..

Ya Allah..
Jadikan aku semulia Ummu Sulaim,Perkahwinannya dengan Abu Talhah atas mahar Iman,Islamlah Abu Talhah sehingga menjadi sahabat Rasulullah,Betapa hebatnya tarbiyyah isteri pada suami,Hinggakan segala panahan ke Rasulullah pada hari uhud,Disambut dengan belakang jasad Abu Talhah..

Ya Allah..
Tarbiyyahkan aku pada cinta sepertinya,Tingginya nilai cinta pada harga Iman,Mampukah aku menatap cinta itu?Sedangkan rupa yang menjadi pilihan,Ketulusan Iman diketepikan,Ya Allah..Ilhamkan aku pada cinta sepertinya..

Ya Allah…
Jadikan aku sehebat Aisya Humaira,Isteri termuda Rasulullah,Biar dilempar fitnah,Dia tetap teguh pada ketetapanNya,Isteri sejati yang memangku Nabi,Pada saat terakhir baginda,Hadis dan Sunnah Rasulullah dipertahankan,Betapa hatimu seorang mujahidah..

Ya Allah..
Mampukah aku contohi dirinya?Pada fitnah yang melanda,Diri mula goyah dan putus asa,Teguhkan Imanku sepertinya..Ya Rahim..

Ya Allah..
Teringat diri pada Khansa,Empat orang anaknya mati di Jalan ALLAH,Dia meratap tangis..Anak sulungnya syahid,Anak keduanya turut syahid,Anak ketiganya dan keempat jua mati syahid,Namun tangisan itu bukan kerana pemergian anak tercinta,Jawabnya kerana tiada lagi anak yang dihantar untuk berjihad

Ya Allah..
Mampukah aku menjadi ibu yang berjihad?Sedang anak tak tutup aurat pun masih tak terjawab,Sedang anak tinggal solat pun buat tak kisah,Berikan aku kekuatan sepertinya..Agar bersedia pada akhirat..

Wahai kaum Adam yang bergelar khalifah..Diriku bukan setabah Ummu Khadijah,Bukan jua semulia Fatimah Az-Zahrah,Apa lagi sesabar Masyitah dan Sumaiyah,Mahupun sehebat Ummu Sulaim Dan tidak seteguh Aisya Humaira Kerana diri cuma An-Nisaa akhir zaman

Dimana Aurat semakin dibuka terdedah
Dimana syahadah hanya pada nama
Dimana Dunia yang terus dipuja
Dimana nafsu fana menjadi santapan utama
Dimana batas sentiasa dileraikan
Dimana ukhwah sentiasa dipinggirkan

Wahai Kaum Hawa
Kita cuma An-Nisaa,Para pendosa yang terbanyak di neraka,Lantas walau tak setabah para Mujahidah,Namun Tabahlah pada ketetapan Allah Kerana padanya ada Syurga!Walau tak semulia para wanita sirah Tapi muliakan diri dengan agama yang memelihara kerana padanya ada Pahala!Walau tak sesabar para wanita solehah Namun sabarkan jiwa pada nafsu dunia yang menyeksa Kerana padanya ada bahagia!

Sesungguhnya Hawa tercipta dari Tulang rusuk kaum Adam,Bukan untuk ditindas kerana lemah Tapi untuk dilindungi kerana Indah dan Indah apabila tertutup terpelihara Kerana disitulah terjaganya Syahadah Bak mekarnya wanita dalam sirah Tuntunlah kami ke arah syurga..Bicara dari An-Nisaa yang hina..Makbulkan doaku..

Aamiin Ya Rabbal A'lamin...

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥

Barakallaahu fiykum wa jazzakumullah khoir

(¯`v´¯).♥Sebelum Engkau Halal Bagiku♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`¸•´♥..♥♥¸•´♥♥♥ (´'`v´'`)(´'`v´'`)`·.¸.·`

ღღ ANA UHIBUKKA LADZI AHBABTANI LAHUUღღ

(¯`v´¯)♥SALAM SANTUN UKHUWAH♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
https://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/138509376220354?sk=wall